Tak hanya itu, terbatasnya ruang fiskal di berbagai negara, khususnya di kawasan Eropa, juga mempersempit kapasitas pemerintah dalam memberikan subsidi bagi masyarakat yang terdampak kenaikan harga. Situasi ini memicu ketegangan sosial serta gejolak luas di sejumlah wilayah.
"Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi serta gelombang instabilitas politik global turut meningkatkan ketidakpastian sehingga mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan global," beber Kiki.
Selain itu, kinerja bursa saham global juga dipengaruhi oleh koreksi saham teknologi, sementara imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara terus meningkat ke level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.