NADIKABAR.COM — Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI (BNPP) Tito Karnavian menyoroti keterbatasan akses menuju Krayan, Kalimantan Utara (Kaltara). Kondisi tersebut membuat masyarakat masih mengandalkan transportasi udara dan jalur sungai untuk mobilitas serta distribusi logistik.

"Mereka melalui jalur seperti ke Krayan yang harus melalui jalan udara atau jalan sungai sampai berhari-hari. Hal ini membuat kita prihatin," kata Tito, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Bupati Malinau di Kantor Bupati Malinau, Selasa (6/10).

Menurut Kepala BNPP sekaligus Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) tersebut, pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki konektivitas, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan nasional. Kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat perbatasan dinilai penting untuk memperkuat rasa nasionalisme sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai buffer zone.

"Kita punya konsep untuk memperkuat daerah perbatasan luar ini dengan cara membangun daerahnya agar maju, supaya rasa nasionalisme mereka tinggi dan menjadi buffer zone sistem pertahanan kita," ucap Tito.