NADIKABAR.COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta menilai dua medali emas yang diraih tim tinju DKI Jakarta pada kelas bergengsi Piala Menko Infrastruktur merupakan modal awal untuk menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) menuju PON 2028 di NTB-NTT.
"Alhamdulillah, dengan kerja keras latihan dan kekompakan pelatih serta atlet, petinju DKI bisa membawa pulang dua emas di kelas bergengsi,” kata Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DKI Jakarta Benny Erwin di Jakarta, Senin.
Menurut dia, capaian tersebut tidak mudah dan menjadi sinyal kuat kebangkitan tinju DKI di tengah tantangan organisasi dan efisiensi anggaran pembinaan prestasi.
Secara keseluruhan, kata dia, tim tinju DKI Jakarta mengoleksi sembilan medali dari Kejuaraan Tinju Amatir Piala Menko Infrastruktur 2026.
Dua medali emas tersebut diraih oleh Sandyarto Faroza di kelas 86 kilogram putra dan Jorgi Aldri Jamco di kelas 63 kilogram. Sandyarto menang melalui Referee Stops Contest (RSC) pada ronde pertama saat menghadapi petinju asal Sulawesi Selatan. Sementara itu, Jorgi keluar sebagai juara di kelas 63 kilogram.
Kejuaraan yang berlangsung pada 19-25 Oktober 2026 tersebut resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pluit Village Mall, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10).
Kejuaraan yang digelar oleh Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Nasional (PP Pertina) itu diikuti ratusan atlet dari 35 provinsi di Indonesia, yang akan bertanding dalam tiga kategori, yakni Junior, Youth, dan Elite.
Benny menyebutkan dua emas dan lima perunggu itu lahir dari kategori Elite, satu perunggu kategori Youth, serta satu perunggu kategori Junior.
Dia pun mengingatkan para atlet agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian tersebut. Menurutnya, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) merupakan momentum penting untuk mengevaluasi kesiapan fisik, teknik, dan mental atlet sebelum menghadapi Pra-PON.
"Perjuangan dan dedikasi sangat luar biasa dan telah membuahkan hasil yang sangat baik. Kejurnas akan menjadi tolak ukur atau bahan evaluasi sebelum masuk Pra-PON," tutur Benny.
Dia juga mendorong petinju DKI agar terus meningkatkan prestasi melalui latihan disiplin dan mengikuti berbagai event kejuaraan, mengingat seleksi Pra-Pon sangat ketat sebelum mengikuti PON 2028.
"Proses seleksi Pra PON sangat ketat, dan hasil kejuaraan nasional ini adalah awal yang baik. Saya yakin dengan kekompakan dan rajin berlatih, tinju DKI bisa lebih menyala dalam meningkatkan prestasi untuk Jakarta," pungkas Benny.