NADIKABAR.COM — Eksistensi pusat konservasi penyu Pantai Taman Kili-klili, Trenggalek terus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Kini Universitas Brawijaya Malang menjadikan lokasi tersebut sebagai living laboratory.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof Widodo mengatakan penetapan Pantai Taman Kili-klili sebagai laboratorium tidak dilakukan secara tiba-tiba. Pihaknya mengaku telah menjalin kerja sama sejak 2020 bersama kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) setempat dalam pendampingan konservasi penyu.
"Meresmikan aktivitas yang selama ini sudah berjalan, tetapi kita akan terus tingkatkan untuk membuat Living Laboratory, khususnya adalah keanekaragaman hayati pesisir," Widodo, Jumat (21/8/2026).
Keberadaan laboratorium ini tidak hanya sekadar untuk penelitian penyu. Namun, juga untuk aktivitas penelitian keanekaragaman hayati yang ada di pesisir selatan Trenggalek.
"Tujuan yang pertama tentu pengembangan ilmu pengetahuan. Kemudian yang kedua kita adalah bersama-sama mendukung, mensupport Pak Bupati dan juga warga Trenggalek yang sangat peduli melestarikan keanekaragaman hayatinya dan melestarikan alam," jelasnya.
Pihaknya berharap kerja sama tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi ilmu pengetahuan maupun masyarakat yang ada di sekitarnya.