Bupati Arifin juga bakal memberikan dukungan dalam pengurusan perizinan pemanfaatan kawasan hutan agar seluruh aktivitas konservasi tetap bisa berjalan.

"Saya senang, semoga kerjanya ini terus berlanjut, karena tadi komitmennya seperti yang disampaikan oleh Pak Rektor dan Pak Wakil Rektor ini menjadi Living Life. Jadi yang namanya Living Life berarti harus hidup terus menerus. Tidak hanya hari ini ketika diresmikan," katanya.

Peresmian laboratorium diakhiri dengan pelepasan tukik atau anak penyu ke laut bebas oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama civitas academica Universitas Brawijaya.

Pusat konservasi penyu Pantai Taman Kili-klili di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek telah ada sejak belasan tahun lalu. Secara bertahap pokmaswas setempat melakukan upaya penyelamatan penyu yang bertelur di pantai agar bisa menetas hingga dilepas kembali ke laut.

Inisiatif warga tersebut terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Kini Pantai Taman Kili-klili menjadi aalah satu wisata edukasi favorit di pantai selatan.