Sementara itu Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan mendukung penuh upaya Universitas Brawijaya dalam pemanfaatan pantai Taman Kili-klili guna mendukung pelestarian lingkungan di wilayahnya.

"Kami berterima kasih kepada Universitas Brawijaya karena peneliti terbaiknya, seperti Cak Kandar sudah mendampingi kita sejak tahun 2010. Waktu itu atas prakarsa dari Bapak Bupati Mulyadi dan sampai sekarang semakin berkembang," kata Arifin.

Pihaknya mengaku cukup bangga karena keberadaan konservasi Taman Kili-klili banyak dilirik oleh berbagai lembaga pendidikan maupun instansi swasta. Mereka memiliki satu tujuan untuk mendukung upaya konservasi yang telah berjalan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Saya juga mengucapkan terimakasih terkait dengan kesadaran lingkungan ini semakin meningkat," jelasnya.

Pihaknya meyakini dukungan secara pentahelik dalam upaya konservasi dinilai cukup penting karena akan saling mengisi sesuai dengan kemampuan keilmuan maupun dukungan finansial.

"Jadi bayangkan kalau didukung dana dari perusahaan, kemudian teknik-teknik konservasinya didukung oleh data berbasis sains dan pemerintah daerah dari sisi regulasi. Kan kawasan ini juga sudah masuk kawasan ekosistem esensial," imbuh Bupati.