Memasuki 2026, BRI kembali melanjutkan langkah tersebut melalui pelaksanaan buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada 12 Juni 2026, BRI mengalokasikan dana sebesar-besarnya Rp500 miliar untuk pelaksanaan buyback tahap I pada periode 12 Juni hingga 11 September 2026.

Selanjutnya, melalui keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026,BRI kembali mengumumkan rencana pelaksanaan buyback tahap II dengan nilai sebesar-besarnya Rp1 triliun. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada periode 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa buyback secara bertahap merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan ketentuan yang berlaku.

"Langkah buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Perseroan tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Dhanny dikutip Selasa (27/10).