Senyawa ini yang akan menurunkan peradangan dan stress dalam sel, membantu hati memproduksi lebih sedikit gula, mendukung sel-sel di pankreas memproduksi insulin, dan juga mengaktifkan saklar yang membantu otot menyerap gula untuk energi.

Namun, penelitian tentang kaitan sulforafan dan gula darah masih terus berkembang.

Kubis brussel adalah sayuran berbentuk bulat kecil, mirip dengan kubis biasa. Meski ukurannya mini, sayuran ini menyimpan segudang nutrisi penting. Sayuran ini termasuk dalam famili cruciferous yang sama dengan brokoli, sehingga mengandung banyak senyawa tumbuhan yang berpotensi bermanfaat.

Kandungan serat di dalamnya dapat memperlambat proses pencernaan makanan, sehingga lonjakan gula darah bisa dikotrol dengan baik.

Kubis brussel juga mengandung antioksidan bernama asam alfa-lipoat (ALA) yang dapat membantu kerja insulin menjadi lebih efektif dan meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.

Kale dan sayuran hijau lainnya mengandung banyak serat tanpa karbohidrat dalam jumlah besar. Ahli Reeder merekomendasikan sayuran hijau yang dimasak secara khusus karena memasak mengurangi volumenya, sehingga lebih mudah dan terkonsentrasi jika ingin mengonsumsi serat dan nutrisi lainnya.

Sayuran hijau juga kaya akan magnesium, berupa mineral yang berperan dalam pemberi sinyal insulin dan metabolisme glukosa. Makanan ini juga dikenal memiliki indeks glikemik rendah yang aman dikonsumsi karena tidak menyebabkan kenaikan gula darah dengan cepat setelah makan.