Kale atau sayuran hijau lainnya juga mungkin memiliki manfaat dalam jangka panjang. Sebuah studi besar yang disebutkan very well health menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak sayuran berdaun hijau cenderung punya kadar gula darah lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsinya lebih sedikit.

Tak sekadar menjadi camilan atau makanan sehari-hari, kacang polong dan edamame juga termasuk yang bagus untuk mengontrol gula darah.

Kacang polong dan edamame memang mengandung lebih banyak karbohidrat daripada banyak sayuran non pati. Namun, bukan berarti keduanya buruk. Sebab, makanan ini mengandung serat larut dan protein nabati tinggi yang mampu menstabilkan gula darah dan memperlambat laju pemecahan karbohidrat dan masuknya ke aliran darah.

Selain serat, edamame juga mengandung protein. Dua nutrisi tersebut membantu memperlambat pencernaan dan membuat makanan lebih mengenyangkan.

Mungkin labu jarang dikonsumsi orang Indonesia. Namun, jika mencari makanan yang memiliki respons insulin bagus, labu madu menjadi pilihan tepat.

Labu madu mengandung pektin, sejenis serat larut yang membentuk zat seperti gel selama pencernaan. Menurut ahli Reeder, ini dapat memperlambat pemecahan karbohidrat dan membantu glukosa masuk ke aliran darah secara lebih bertahap. Pencernaan yang lebih lambat pada akhirnya membantu dalam mengontrol gula darah.

Selain itu, serat di dalamnya juga bermanfaat untuk hal lain. Ketika bakteri usus memfermentasi serat tertentu, mereka menghasilkan senyawa yang disebut asam lemak rantai pendek (SCFA). Penelitian menunjukkan bahwa kadar SCFA lebih tinggi mungkin berhubungan dengan insulin lebih rendah dan sensitivitas insulin lebih baik. Namun, para peneliti masih berusaha memahami seberapa besar kontribusinya terhadap pengendalian gula darah manusia.