"Sementara pada bulan periode Agustus hingga saat ini agak sedikit menurun karena harga Pertamax juga ada terkoreksi semula Rp 16.250 menjadi Rp 15.950 mengalami penurunan sehingga konsumsinya untuk Pertamax juga turun. Jadi artinya kenaikan konsumsi Pertalite yang rerata saat ini menjadi 84.368 KL ini memang shifting dari sisi pemindahan semula konsumsi Pertamax menjadi Pertalite," tambah ia.

Tak hanya Pertalite, penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) solar juga mengalami kenaikan signifikan. Rerata penyaluran harian Solar yang semula berada di angka 50.624 KL melonjak secara bertahap hingga menyentuh 58.271 KL per hari, atau naik sebesar 15,10% pada Agustus.

Wahyudi menjelaskan faktor yang menyebabkan peningkatan konsumsi solar karena disparitas harga semakin melebar. Selain itu, lonjakan kebutuhan Solar juga didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi nasional.

Peningkatan kegiatan logistik untuk mendukung arus ekspor-impor tercatat meluas di berbagai pusat wilayah seperti Jawa Timur, Medan, Palembang, Riau, Kalimantan, hingga Makassar.