Menurutnya, keterlibatan KDKMP membuka ruang bagi publik untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan energi alternatif. Minyak jelantah yang sebelumnya menjadi limbah dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri dan memberi nilai ekonomi.
"Melalui koperasi, kita ingin membangun sistem pengumpulan yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan. Masyarakat mendapatkan nilai tambah dari minyak jelantah yang dikumpulkan, sementara industri memperoleh dukungan pasokan bahan baku untuk mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan. Dengan demikian, manfaat ekonomi dan lingkungan dapat berjalan beriringan," jelas Mars Ega.
Pengembangan ekosistem UCO juga dianggap menjadi bagian dari kontribusi Pertamina Patra Niaga dalam mendukung transisi energi. Selain itu, langkah ini memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya di dalam negeri.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, program ini memperluas peran KDKMP untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat desa dan kelurahan.