NADIKABAR.COM — Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sempat menimbulkan keresahan masyarakat. Terlebih sebelumnya sempat beredar di media sosial unggahan narasi penutupan warung atau toko di desa agar masyarakat belanja di Kopdes Merah Putih.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjawab kekhawatiran soal keberadaan Kopdes yang dinilai berpotensi bersaing dengan warung milik warga. Ia menegaskan Kopdes tidak dibentuk untuk mengambil pasar usaha masyarakat desa.

Zulhas menegaskan Kopdes pada tahap awal bukan ditujukan sebagai warung atau supermarket. Namun, kehadiran Kopdes diposisikan sebagai bagian dari infrastruktur pemerintah sekaligus offtaker yang membantu menyalurkan sejumlah program dan menyerap hasil produksi petani.

"Enggak ada (persaingan), justru malah saling melengkapi. Ini (Kopdes) bukan warung. Ini koperasi ini, bukan supermarket. Dia sebagai infrastruktur pemerintah dan offtaker," jelas Zulhas dalam program Zulhas Bikin Jelas bersama NadiKabar, Rabu (7/10/2026).

Ia menjelaskan Kopdes dapat berperan dalam penyaluran sejumlah kebutuhan, seperti beras dan pupuk bersubsidi. Kopdes juga dapat membeli hasil panen petani untuk kemudian disalurkan kepada Bulog.

"Kopdes itu infrastruktur pemerintah. Bantuan pangan, beras, bantuan alat-alat pertanian, ya, bantuan pupuk, dan lain-lain. Itu nanti (disalurkan) melalui koperasi desa," imbuhnya.