Zulhas menjelaskan mekanisme serupa juga dapat diterapkan untuk nelayan. Ia mencontohkan ketika nelayan kesulitan menjual ikan dengan harga layak karena tidak ada pembeli hingga hasil tangkapan terancam rusak.
Untuk itu, pemerintah juga menyiapkan Koperasi Nelayan Merah Putih. Hasil tangkapan nelayan nantinya dapat diserap koperasi dan disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sehingga kita harap daerah itu, desa itu nggak mati," ujarnya.
Zulhas berharap keberadaan koperasi dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat desa. Ia juga ingin koperasi membuka lebih banyak aktivitas bagi masyarakat, termasuk anak muda di desa.
"Kita ingin setiap desa itu ada lilin-lilin yang menyala, itu ya koperasi. Menjawab tantangan-tantangan di desa itu sehingga anak-anak muda di situ juga punya aktivitas, punya kegiatan," pungkas Zulhas.