Racikannya tujuh puluh persen arabika Kamojang, tiga puluh persen robusta. Ini kopi susu gula aren terbaik yang pernah penulis minum. Harganya lima belas ribu rupiah.

Di balik pagar kayu kedai, punggung-punggung bukit berselimut hutan berdiri diam, seakan tidak merasa perlu menjelaskan apa-apa.

Gelas kedua lebih pemalu. Kaskara di dalamnya berlapis seperti senja yang lupa diaduk: merah tua di dasar, jingga di tengah, busa pucat di permukaan. Kulit buah kopi yang di banyak kebun berakhir sebagai limbah itu diseduh menjadi minuman ringan serupa teh, lalu dipertemukan dengan sirup nanas dan peach. Asam dan manisnya tidak berebut tempat. Mereka berbagi.