NADIKABAR.COM — Kawasan Pasar Kampung Bapouda, Kabupaten Paniai, Papua Tengah yang terbakar dini hari tadi ternyata ditempati pendatang dari Suku Bugis, Makassar dan Toraja. Insiden itu mengakibatkan 11 orang tewas terjebak dan 148 orang terpaksa mengungsi.
"Korban kebakaran 100% itu pendatang. Pendatang itu, rumah pendatang dan itu semi-permanen," kata Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (7/9/2026).
Roycke mengatakan pihaknya masih mendata jumlah korban luka yang menjalani perawatan di RSUD Paniai. Selain luka fisik, ada pula korban yang mengalami luka psikis sehingga belum bisa dimintai keterangan.
"Kita lagi pendataan ini, kan perawatan (korban) itu ada luka sedang, luka berat, luka ringan. Kita juga masih ada pendataan juga terkait dengan mereka yang mengalami depresi. Itu kan mereka depresi itu kategorinya kan bukan luka fisik kan," bebernya.
Dia mengungkapkan korban mengalami trauma karena tidak percaya rumah dan harta bendanya habis terbakar. Meski demikian, polisi memperkirakan kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp 2 miliar.
"Estimasi kerugian sementara kita masih di atas Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar. Itu masih kita data kasarannya," ujarnya.
Lebih lanjut Roycke mengatakan korban yang terdampak kebakaran belum melaporkan kerugian yang dialami. Dia menyebut korban merupakan pendatang dari Makassar, hingga Toraja.
"Rata-rata di kios itu kan rata-rata orang Makassar, orang Bugis, orang Toraja Jadi mereka belum melaporkan secara detail kepolisian terkait dengan harta benda mereka, barang berharga mereka begitu," katanya.
Diketahui, kebakaran hebat terjadi di Kawasan pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, pada Senin (7/9) pukul 00.25 WIT. Insiden itu mengakibatkan 11 orang tewas terjebak kebakaran yang enam di antaranya merupakan anak-anak.
Korban meninggal berinisial NA (70), WA (36), HA (30), RF (28), HE (30), AS (9), AB (6), AD (5), AR (9), IC (6), dan AY (2). Selain itu sebanyak 148 orang kini mengungsi ke kantor polisi, masjid dan rumah kerabat.
"Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Paniai untuk proses penanganan lebih lanjut. Dari 11 korban, lima diantaranya merupakan orang dewasa," kata Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (7/9).