NADIKABAR.COM — Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan (Korsel), Kang Shin Chul, mengatakan temuan awal penyelidikan atas ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi (DMZ) pekan lalu menunjukkan Korea Utara (Korut) sebagai pihak yang bertanggung jawab. Kang menyebut ledakan ranjau itu melanggar perjanjian gencatan senjata.

Ledakan di dalam area DMZ pada 21 September lalu melukai sedikitnya tiga tentara Korsel yang sedang berpatroli. Salah satu tentara Korsel itu bahkan kehilangan salah satu kakinya akibat insiden tersebut. DMZ merupakan zona penyangga yang dipenuhi ranjau yang memisahkan kedua Korea.

"Ini merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata, dan karena Korea Utara bertanggung jawab, kami akan mengambil tindakan yang setimpal," kata Kang saat berbicara dalam sidang parlemen Korsel yang membahas insiden tersebut, seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2026).