"Ya pelan-pelan, kan ini menyangkut orang. Jadi jangan sampai juga kami melakukan tindakan yang tidak humanis. Caranya, kalau kami akan pindahkan, nah kayak ini, kan disiapkan tempatnya, ditangani, diatasi dulu," pungkas Koster.

Sebanyak 84 warga yang sebelumnya tinggal di lokasi kebakaran di Jalan Nakula mulai meninggalkan pengungsian. Musala Al-Ikhlas yang pekan lalu masih dipadati pengungsi, kini berangsur ditinggalkan.

Puluhan warga yang terdaftar di Musala sudah pindah dari lahan yang mereka tempati selama bertahun-tahun itu. Sebagian ada yang memutuskan mencari rumah kos baru, sementara ada juga yang memilih menumpang di kediaman kerabat hingga mendapatkan tempat tinggal baru.

"Ada yang cari kos, yang belum dapat masih sementara numpang sama teman atau keluarga di sini," kata Asmuni, pengurus musala sekaligus salah satu warga yang terdampak kebakaran, Senin (7/9).

Meski begitu, masih berdiri beberapa tenda pengungsian di sudut lahan yang terbakar. Beberapa dari mereka memilih bertahan di tengah ketidakpastian. Padahal, hari ini menjadi batas akhir mereka menempati lahan tersebut.

Yulius (25), yang tinggal bersama istri dan anaknya, mengaku tidak memiliki uang untuk mencari rumah kos baru. Walhasil, ia bersama empat warga lainnya memilih bertahan di tenda yang beralaskan terpal tersebut.