Perguruan tinggi yang menjadi bagian dari ekosistem Migrant Center berpeluang dilibatkan sebagai pelaksana pelatihan, termasuk untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan bahasa asing, serta pemahaman budaya dan standar kerja negara tujuan.

Selain itu, Mukhtarudin mendorong PERMABUDHI untuk turut menyosialisasikan Gerakan Nasional Migran Aman melalui jaringan organisasi dan komunitas umat Buddha di berbagai daerah.

Menurut dia, keterlibatan organisasi keagamaan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan legal, sekaligus mencegah penempatan non-prosedural serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sementara itu, Ketua Umum PERMABUDHI Philip K. Widjaja menyambut positif peluang kolaborasi dengan KP2MI, khususnya untuk membuka akses dan memfasilitasi umat Buddha memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri melalui jalur resmi dan prosedural.

"Kami berharap sinergi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi umat Buddha, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki daya saing global," kata Philip.