Dalam peristiwa itu, diduga ada enam kakak kelas korban yang melakukan perundungan di lapangan sekolah, yang salah satunya diduga melibatkan anak wakil menteri.

Namun kejadian tersebut tidak terpantau CCTV karena tidak ada CCTV di area lapangan sekolah.

Sementara wakil menteri berinisial DAS membantah keterlibatan anaknya dalam perundungan di sekolah tersebut.