Penyidik KPK, kata Budi, sebelumnya melakukan pendalaman terkait dengan aktivitas RK sebagai Gubernur Jawa Barat, baik kegiatan dinas maupun nondinas. Pendalaman ini berkaitan juga dengan anggaran yang digunakan, apakah sepenuhnya menggunakan anggaran dari APBD, atau menggunakan dana lainnya.
"Nah dana-dana taktis ini sumbernya dari mana, peruntukannya untuk apa saja, untuk siapa saja, nah semuanya didalami. Ya termasuk dulu juga ada pemeriksaan ya dari perjalanan-perjalanan dinas yang dilakukan oleh Pak RK ini, siapa saja kemudian yang ikut gitu kan, apakah semuanya memang masuk ke dalam surat tugas dari Pemprov Jabar atau kemudian ada pihak-pihak lain, nah semuanya itu didalami ya menjadi materi dalam penyidikan perkara ini," ucap Budi.
Menurut Budi, pendalaman termasuk pembelian Royal Enfield dan Mercy yang sudah pernah disita oleh KPK. Meskipun pembayaran Mercy belum sepenuhnya dilunasi oleh pihak RK.
"Termasuk, termasuk itu. Jadi memang oleh karena itu aset-aset yang diduga dibeli ataupun terkait, itu kemudian dilakukan penyitaan. Bahwa Mercy itu diduga dibeli oleh Pak RK juga belum full, belum lunas, baru separuh pembayaran, sehingga kemudian KPK juga hanya menyita senilai uang yang sudah dibayarkan oleh Pak RK kepada penjualnya, gitu," imbuhnya.
Eks aspri RK, Randy sudah tiga kali diperiksa, yakni pada Kamis (21/1), Senin (14/9), dan Rabu (30/9). Pemeriksaan masing-masing dilakukan di kantor Polda Jawa Barat serta Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung. Pada pemeriksaan sebelumnya, penyidik KPK mencecar Randy terkait riwayat transaksi di rekeningnya.