"Sekarang berpikirnya begini, korupsi itu yang terjadi adalah korupsi yang sedang berkembang menuju korupsi gede. Para pelaku yang kita tahan dengan korupsi miliaran, itu bukan kejahatan pertama kali dia melakukan korupsi miliaran tetapi awalnya korupsinya kecil-kecilan dan kemudian belajar ngakalin sistem dan mulai korupsi yang lebih gede," katanya.
Ia mencontohkan perilaku sehari-hari yang mencerminkan sikap tidak tertib seperti tidak mau mengantre, melanggar aturan lalu lintas, dan datang terlambat ke kantor.
Menurut dia, kebiasaan tersebut dapat menumbuhkan pola pikir koruptif apabila terus dibiarkan.
"Kita sendiri kemudian banyak yang mulai menanamkan bibit-bibit tersebut mulai dari perilaku yang koruptif. Contohnya enggak mau antre, kemudian karena putar balik jauh, ya sudah memotong, itu bapak dan ibu sedang memupuk korupsi menjadi lebih besar," katanya.