Johnson menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya berpotensi menjadi pelaku, tetapi juga menjadi korban korupsi.
Berbeda dengan tindak kejahatan umum yang korbannya dapat langsung menyadari kehilangan, menurut dia, dampak korupsi kerap tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat meskipun berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik.
"Hebatnya korupsi itu, korbannya itu enggak pernah merasa dia kehilangan menjadi korban, padahal ketika bapak dan ibu mendapatkan jalanan yang kemudian rusak, pendidikan yang tidak merata, kita mendapatkan itu menjadi korban di sana," katanya.
Selain merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan, ia mengatakan korupsi juga dapat menyuburkan kejahatan lain apabila lembaga yang berwenang tidak menjalankan fungsi pengawasan dan pemberantasan secara optimal.