NADIKABAR.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi meminta seluruh aparatur sipil negara di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memperkuat integritas, kejujuran, dan komitmen dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya.

"Kita juga akan terus berkomitmen bersama-sama bahwa usaha yang kemudian disertai dengan keikhlasan, kejujuran, dan tanpa adanya korupsi, Tuhan pasti memberkati. Dan kita akan kemudian bisa menjadi bangsa yang maju," kata Kepala Satuan Tugas KPK Johnson Ridwan Ginting, di Pekalongan, Selasa.

Ia mengatakan tindakan korupsi juga dapat menyuburkan kejahatan lain apabila lembaga yang berwenang tidak menjalankan fungsi pengawasan dan pemberantasan secara optimal.

Korupsi, kata dia, bukan hanya menyangkut persoalan pejabat tinggi, tetapi dapat berawal dari perilaku sehari-hari yang dianggap sepele.

"Sekarang berpikirnya begini, korupsi itu yang terjadi adalah korupsi yang sedang berkembang menuju korupsi gede. Para pelaku yang kita tahan dengan korupsi miliaran, itu bukan kejahatan pertama kali dia melakukan korupsi miliaran tetapi awalnya korupsinya kecil-kecilan dan kemudian belajar ngakalin sistem dan mulai korupsi yang lebih gede," katanya.

Ia mencontohkan perilaku sehari-hari yang mencerminkan sikap tidak tertib seperti tidak mau mengantre, melanggar aturan lalu lintas, dan datang terlambat ke kantor.

Menurut dia, kebiasaan tersebut dapat menumbuhkan pola pikir koruptif apabila terus dibiarkan.

"Kita sendiri kemudian banyak yang mulai menanamkan bibit-bibit tersebut mulai dari perilaku yang koruptif. Contohnya enggak mau antre, kemudian karena putar balik jauh, ya sudah memotong, itu bapak dan ibu sedang memupuk korupsi menjadi lebih besar," katanya.

Johnson menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya berpotensi menjadi pelaku, tetapi juga menjadi korban korupsi.

Berbeda dengan tindak kejahatan umum yang korbannya dapat langsung menyadari kehilangan, menurut dia, dampak korupsi kerap tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat meskipun berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik.

"Hebatnya korupsi itu, korbannya itu enggak pernah merasa dia kehilangan menjadi korban, padahal ketika bapak dan ibu mendapatkan jalanan yang kemudian rusak, pendidikan yang tidak merata, kita mendapatkan itu menjadi korban di sana," katanya.

Selain merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan, ia mengatakan korupsi juga dapat menyuburkan kejahatan lain apabila lembaga yang berwenang tidak menjalankan fungsi pengawasan dan pemberantasan secara optimal.