NADIKABAR.COM — KPK mengungkapkan beberapa pengadaan barang yang terkait dengan kasus dugaan korupsi dana siap pakai (DSP) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pengadaan barang itu mulai dari tenda, selimut, hingga pompa air.
"Seperti pengadaan tenda, selimut, ya, perangkat-perangkat untuk pengungsi,. Kemudian alat-alat pompa air ya untuk penanggulangan banjir, kemudian perahu karet, termasuk perangkat untuk penanganan karhutla, pengadaan-pengadaan di situ ya," ungkap Jubir KPK Budi Prasetyo seperti dikutip Rabu (21/10/2026).
Budi mengatakan penyidik masih terus melakukan pengecekan dokumen-dokumen pengadaan barang yang telah disita saat penggeledahan di delapan lokasi. Dia mengatakan analisis dilakukan secara menyeluruh.
"Semuanya menjadi materi pendalaman oleh penyidik unsur-unsur adanya dugaan konflik kepentingan, termasuk soal dugaan suap yang dilakukan oleh pihak swasta kepada oknum-oknum di BNPB. Ini terkait dengan proyek apa saja, tempus-nya kapan, berapa jumlahnya, dan sebagainya. Karena memang ini berkaitan dengan sejumlah pengadaan barang dan jasa yang dilakukan di BNPB untuk tanggap darurat ataupun untuk penanggulangan bencana," terang Budi.
"Memang butuh pendalaman yang komprehensif oleh penyidik untuk melakukan analisis terhadap dokumen-dokumen pengadaan barang dan jasa, termasuk juga barang bukti elektronik yang diamankan dalam rangkaian penggeledahan itu," ujarnya.
Sebelumnya, KPK menyampaikan perkembangan penyidikan perkara korupsi dana siap pakai (DSP) BNPB. KPK telah menggeledah delapan tempat terkait perkara ini.