Penggeledahan terhadap delapan tempat itu dilakukan pada Kamis dan Senin, 15-19 Oktober 2026. Delapan tempat yang digeledah masing-masing berada di Jakarta, Tangerang Selatan, serta Bekasi.

"Objek-objek penggeledahannya yaitu di rumah, perkantoran, serta lokasi lainnya yang berada di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi," kata Budi kepada wartawan, Selasa (20/10).

"Termasuk Kantor BNPB yang beralamat di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, yang dilakukan penggeledahan pada hari Kamis (15/10)," lanjutanya.

Budi mengatakan penyidik menyita barang bukti berupa dokumen hingga barang elektronik. Termasuk uang, perhiasan, dan sejumlah mobil.

"Penyidik menyita dokumen, barang bukti elektronik, uang, perhiasan, serta tiga unit mobil yang diduga terkait dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan ini," ungkap Budi.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan DSP pada BNPB yang diduga dikorupsi seharusnya dipakai untuk penanganan berbagai bencana. DSP tersebut diperuntukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga banjir di Aceh dan Sumatera.