NADIKABAR.COM — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mendorong penanganan menyeluruh atas kasus penganiayaan berujung meninggalnya seorang anak berkebutuhan khusus berinisial ZAA di Surabaya, Jawa Timur.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya ZAA. Kami mendorong agar kasus ini ditangani secara menyeluruh, fakta-faktanya diungkap, serta keluarga korban dan anak-anak yang terlibat mendapatkan pendampingan dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.

Penanganan dilakukan tidak hanya melalui proses hukum, tetapi juga melalui pendampingan terhadap keluarga korban serta anak-anak yang terlibat, dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

KemenPPPA telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surabaya untuk memastikan penanganan dan pendampingan sesuai kebutuhan.