NADIKABAR.COM — Dampak letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) yang dimulai sejak Jumat (4/9) malam, akan terus dirasakan oleh dunia penerbangan Indonesia. Berdasarkan informasi terbaru yang disampaikan oleh Kementerian Perhubungan, penutupan sejumlah bandara akibat erupsi ini akan diperpanjang hingga Senin (7/9) pukul 18.00 WIB.
Bandara-bandara yang ditutup tim redaksi lain Soekarno-Hatta (CGK), Radin Inten II Lampung (TKG), Halim Perdanakusuma (HLP), Husein Sastranegara Bandung (BDO), Budiarto Curug (RTO), Pondok Cabe (PCB), serta Bandara M. Taufik Kiemas (TFY). penutupan ketujuh bandara ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi dari ancaman abu vulkanik yang dapat mengganggu mesin, sistem pesawat, hingga jarak pandang pilot.
Langkah cepat yang dilakukan pemerintah patut diapresiasi. Meski demikian, dampak yang ditimbulkan akibat penutupan ini juga perlu segera ditangani. Seperti diketahui, empat dari tujuh bandara yang ditutup merupakan bandara komersial dengan layanan penerbangan tak hanya dalam negeri tetapi juga luar negeri.
Mengutip data InJourney yang diambil dari NadiKabar, setidaknya ada 2.300 penerbangan dan 268.539 penumpang terdampak sejak awal penutupan pada Sabtu (5 September 2026) hingga Senin (7 September 2026) pukul 09.00 WIB. dari angka tersebut, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten menyumbang angka 1.320 penerbangan dan 173.474 penumpang terdampak.
Menanggapi efek penutupan bandara tersebut, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan bandara alternatif. Adapun beberapa bandara yang ditunjuk tim redaksi lain Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Yogyakarta, serta Bandara Juanda Surabaya.
Lalu sejauh mana bandara-bandara ini dapat menampung limpahan jumlah penerbangan yang sempat tertunda? Berdasarkan kondisi ini, sejauh mana ketahanan sistem penerbangan di Indonesia terhadap berbagai ancaman khususnya bencana alam? Simak ulasannya dalam Kabar Sore bersama Pakar Aviasi, Alvin Lie.
Kabar Sore juga akan melihat langsung kondisi terkini di sejumlah bandara terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Di sana, Jurnalis NadiKabar.com akan menyampaikan langsung laporan pandangan mata terkait penundaan sejumlah penerbangan dari atau menuju bandara Radin Inten Lampung dan Soekarno-Hatta, tangerang, Banten.
Semudah apa para penumpang memperoleh hak-hak mereka? Simak laporannya dalam Kabar Sore!
Jelang petang nanti, Kabar Sore akan menghadirkan Dani Arwanto. Inisiator Kelompok Tani Cemara di Jakarta utara. Kepada Kabar Sore, dia akan menceritakan bagaimana usahanya mengubah ladang kumuh menjadi 'surga' bagi tanaman-tanaman hijau.
Apa saja hasil yang diperoleh penerima anugerah Kalpataru 2023 di kategori Perintis Lingkungan itu? Simak kisahnya dalam Sunsetlak Kabar Sore!
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat NadiKabar.com dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok NadiKabar.com. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"