Menurut dia, tampilan produk dan kemasan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik konsumen. Selain itu, cita rasa harus diperhatikan agar produk dapat diterima pasar, sehingga perpaduan kualitas rasa, penyajian yang menarik, serta kemasan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk olahan mangga.
"Inovasi yang benar-benar menghadirkan sesuatu yang berbeda memiliki nilai lebih. Produk yang memiliki karakter khas dan tidak sekadar meniru produk yang sudah beredar berpotensi menjadi identitas kuliner Kota Probolinggo," katanya.
Ia juga mendorong agar hasil kreasi masyarakat tidak berhenti pada perlombaan dan produk yang potensial perlu mendapatkan pendampingan, termasuk dalam pengembangan usaha, pemasaran, hingga akses permodalan, sehingga kolaborasi dengan pemilik kafe, restoran, dan pelaku usaha kuliner juga dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas pasar.
"Sebenarnya inovasi masyarakat tinggi. Namun, terkadang masih terkendala modal, tempat usaha, dan pemasaran, sehingga dibutuhkan pendampingan agar produk-produk olahan mangga tersebut bisa berkembang," katanya.