Sementara Kabid Perikanan Budidaya sekaligus Plt. Kabid Ketahanan Pangan DKPPP Kota Probolinggo Hoirul Arifin menjelaskan bahwa Lomba Kreasi Mangga tahun ini dirancang untuk menggali potensi pengolahan mangga di setiap kelurahan.

"Mangga tidak hanya memiliki nilai ekonomi ketika dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi," ujarnya.

Peserta diberikan keleluasaan berkreasi melalui kudapan basah dan minuman berbahan mangga. Kombinasi kedua produk tersebut juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam penilaian juri, sehingga diharapkan pelaku usaha dapat mengembangkan produk olahan mangga yang bisa menjadi produk lokal kota setempat.

Melalui Mango Carnival of Indonesia 2026, Pemerintah Kota Probolinggo berupaya memperkuat posisi mangga sebagai identitas daerah, sehingga pengembangan produk olahan diharapkan dapat memperpanjang masa pemasaran komoditas musiman tersebut, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya produk oleh-oleh khas Kota Probolinggo yang dapat dipasarkan sepanjang tahun.