NADIKABAR.COM — Kota Probolinggo, Jawa Timur (NadiKabar) - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo Evariani Aminuddin mengatakan kreasi olahan dari buah mangga di even Mango Carnival of Indonesia 2026 ikut menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Probolinggo, Jawa Timur.

"Kami mengapresiasi beragam inovasi yang dihadirkan peserta dari 29 kelurahan. Kreativitas masyarakat dalam mengolah mangga menjadi produk kuliner memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan Kota Probolinggo," kata Evariani keterangannya, Sabtu.

Sebanyak 29 kelurahan di Kota Probolinggo unjuk kreativitas dalam Lomba Kreasi Mangga yang menjadi bagian dari rangkaian Mango Carnival of Indonesia 2026 dan lomba tersebut sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Banyak hal luar biasa yang kami lihat, mulai dari tampilan, cita rasa, kandungan bahan, hingga nilai jualnya. Yang paling penting adalah bagaimana inovasi itu bisa menggerakkan UMKM dan pertumbuhan ekonomi di Kota Probolinggo," tuturnya.

Menurut dia, tampilan produk dan kemasan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik konsumen. Selain itu, cita rasa harus diperhatikan agar produk dapat diterima pasar, sehingga perpaduan kualitas rasa, penyajian yang menarik, serta kemasan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk olahan mangga.

"Inovasi yang benar-benar menghadirkan sesuatu yang berbeda memiliki nilai lebih. Produk yang memiliki karakter khas dan tidak sekadar meniru produk yang sudah beredar berpotensi menjadi identitas kuliner Kota Probolinggo," katanya.

Ia juga mendorong agar hasil kreasi masyarakat tidak berhenti pada perlombaan dan produk yang potensial perlu mendapatkan pendampingan, termasuk dalam pengembangan usaha, pemasaran, hingga akses permodalan, sehingga kolaborasi dengan pemilik kafe, restoran, dan pelaku usaha kuliner juga dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas pasar.

"Sebenarnya inovasi masyarakat tinggi. Namun, terkadang masih terkendala modal, tempat usaha, dan pemasaran, sehingga dibutuhkan pendampingan agar produk-produk olahan mangga tersebut bisa berkembang," katanya.

Sementara Kabid Perikanan Budidaya sekaligus Plt. Kabid Ketahanan Pangan DKPPP Kota Probolinggo Hoirul Arifin menjelaskan bahwa Lomba Kreasi Mangga tahun ini dirancang untuk menggali potensi pengolahan mangga di setiap kelurahan.

"Mangga tidak hanya memiliki nilai ekonomi ketika dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi," ujarnya.

Peserta diberikan keleluasaan berkreasi melalui kudapan basah dan minuman berbahan mangga. Kombinasi kedua produk tersebut juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam penilaian juri, sehingga diharapkan pelaku usaha dapat mengembangkan produk olahan mangga yang bisa menjadi produk lokal kota setempat.

Melalui Mango Carnival of Indonesia 2026, Pemerintah Kota Probolinggo berupaya memperkuat posisi mangga sebagai identitas daerah, sehingga pengembangan produk olahan diharapkan dapat memperpanjang masa pemasaran komoditas musiman tersebut, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya produk oleh-oleh khas Kota Probolinggo yang dapat dipasarkan sepanjang tahun.