NADIKABAR.COM — Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan pertumbuhan kuat pada triwulan II 2026 mencatat 22,8 persen menjadi senilai Rp223,17 triliun dibandingkan triwulan sebelumnya, menjadi bukti bahwa beragam bisnis masih bergantung pada perbankan.
"Pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan pembiayaan perbankan masih menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi bagi daerah," ujar Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Bayuadi Hardiyanto di Samarinda, Ahad.
Ia menyebut bahwa pertumbuhan kredit Kaltim pada triwulan II 2026 berada di atas pertumbuhan nasional, bahkan menunjukkan tren peningkatan setelah sebelumnya mengalami perlambatan.
Berdasarkan data yang dikumpulkan pihaknya, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit modal kerja yang tumbuh 42,3 persen secara tahunan. Sementara kredit investasi tumbuh 24,41 persen juga secara tahunan.