Sementara itu, secara spasial pertumbuhan kredit juga tercatat positif di sejumlah kabupaten maupun kota di Kaltim, dengan penyaluran kredit masih terkonsentrasi di Kota Balikpapan dan Samarinda yang memiliki pangsa rata-rata mencapai sekitar 50 persen dari total kredit di Kaltim.

Pertumbuhan kredit tersebut turut mencerminkan kuatnya intermediasi perbankan di daerah. Secara historis, rasio loan to deposit ratio (LDR) Kaltim rata-rata berada di atas 100 persen dan pada Juni 2026 tercatat 144,47 persen.

Bayuadi menambahkan bahwa perkembangan tersebut perlu diikuti dengan penguatan kualitas pembiayaan, tujuannya adalah agar ekspansi kredit tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.