Dari sisi sektoral, pertumbuhan kredit tertinggi terjadi pada sektor pertambangan yang mencapai 63,5 persen, kemudian industri pengolahan tumbuh sebesar 43,7 persen. Keduanya juga secara tahunan.

Bayuadi mengatakan, peningkatan pembiayaan pada sektor tersebut sejalan dengan aktivitas ekonomi Kaltim yang masih banyak ditopang oleh sektor pertambangan dan industri pengolahan.

Di sisi kualitas pembiayaan, penyaluran kredit Kaltim masih disertai tingkat risiko kredit yang terjaga, dibuktikan dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat sekitar 1,35 persen.