Adapun total aset KB Bank tercatat sebesar Rp82,91 triliun pada akhir September 2026. Perseroan menyampaikan, pihaknya terus mengoptimalkan pengelolaan aset produktif dan liabilitas untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas portofolio, dan struktur pendanaan.

Dalam pengelolaan risiko kredit, KB Bank melanjutkan upaya penyehatan portofolio melalui pengelolaan kredit secara berkelanjutan, penyelesaian kredit bermasalah, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit baru.

Rasio loan at risk (LAR) tercatat sebesar 21,62 persen pada September 2026, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan kualitas portofolio tetap menjadi fokus perseroan untuk memperkuat ketahanan bisnis dan mendukung pertumbuhan kredit yang lebih sehat.

Sementara dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) KB Bank tercatat sebesar Rp44,58 triliun, dengan dana murah (current account and savings account/CASA) mencapai Rp13,01 triliun.

Di tengah persaingan penghimpunan dana yang semakin kompetitif, perseroan terus memperkuat basis pendanaan melalui pengembangan hubungan dengan nasabah korporasi dan ritel, peningkatan aktivitas transaksi nasabah, serta optimalisasi komposisi dana untuk mendukung kebutuhan intermediasi secara berkelanjutan.

Di tengah dinamika makroekonomi, volatilitas nilai tukar, dan persaingan likuiditas di industri perbankan, perseroan menyampaikan bahwa kinerja profitabilitas masih menghadapi sejumlah tantangan.

Untuk merespons kondisi tersebut, KB Bank menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko pasar dan risiko nilai tukar, termasuk melalui pemantauan eksposur dan langkah mitigasi sesuai kebijakan internal serta ketentuan yang berlaku.