Khusus di Pasar Induk Kramat Jati, penyaluran kredit telah mencapai plafon Rp48 miliar kepada 167 pedagang. Pasar tersebut memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha sehingga masih terdapat potensi pengembangan pembiayaan.

Skema pembiayaan yang tersedia mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan non-KUR dengan plafon hingga Rp500 juta.

Pembiayaan tersebut ditujukan sebagai alternatif pembiayaan formal bagi pelaku usaha sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan informal dengan biaya tinggi.