NADIKABAR.COM — Seorang warga mengisi wadah dengan bahan bakar impor di Havana, Kuba. Penjualan oleh sektor swasta ini memanfaatkan pengecualian dalam blokade minyak AS.

Kuba - Seorang warga mengisi wadah dengan bahan bakar impor di Havana, Kuba. Penjualan oleh sektor swasta ini memanfaatkan pengecualian dalam blokade minyak AS.

Seorang pria mengisi wadah dengan bahan bakar minyak (BBM) impor dari tangki penyimpanan di sebuah rumah pribadi di Havana, Kuba, Jumat (2/10/2026). REUTERS/Ricardo Arduengo

Penjualan bahan bakar oleh pihak swasta ini marak dilakukan di tengah krisis energi dan krisis ekonomi akut yang melanda negara kepulauan tersebut. REUTERS/Ricardo Arduengo

Kondisi kelangkaan BBM terjadi menyusul penerapan kebijakan blokade minyak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap pemerintah Kuba. REUTERS/Ricardo Arduengo

Meskipun demikian, AS memberikan ketentuan pengecualian ekspor bahan bakar khusus bagi sektor bisnis dan entitas swasta non-pemerintah yang memenuhi syarat. REUTERS/Ricardo Arduengo

Pemerintah Kuba pun mulai melonggarkan aturan dengan mengizinkan sektor swasta mengimpor BBM demi mencegah kelumpuhan total layanan di masyarakat. REUTERS/Ricardo Arduengo

Kebijakan ekspor pengecualian ini dimanfaatkan oleh para pelaku usaha lokal untuk memasok kebutuhan energi bagi warga yang mampu membelinya. REUTERS/Ricardo Arduengo

Kendati pasokan BBM impor dari AS tercatat terus meningkat, penjualan ini menciptakan lonjakan harga dan dinamika pasar gelap di tingkat lokal. REUTERS/Ricardo Arduengo

Kondisi tersebut memperlebar ketimpangan sosial bagi mayoritas warga Kuba yang masih sangat bergantung pada transportasi dan layanan publik negara. REUTERS/Ricardo Arduengo