NADIKABAR.COM — Ledakan kecerdasan buatan (AI) mulai terasa langsung di kantong konsumen. Permintaan chip memori untuk pusat data AI membuat pasokan RAM dan penyimpanan semakin ketat, sehingga harga smartphone ikut terdorong naik.
International Data Corporation (IDC) memperkirakan harga jual rata-rata smartphone secara global akan mencapai USD 581 atau sekitar Rp 9,6 juta pada 2026. Angka tersebut melonjak 27,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Biang keroknya adalah kenaikan harga komponen memori. Menurut IDC, biaya DRAM dan NAND sudah melonjak lebih dari 300% secara tahunan. Permintaan infrastruktur AI ikut berebut kapasitas produksi memori yang juga dibutuhkan smartphone, laptop, dan perangkat elektronik lainnya.
Dampaknya mulai terlihat di pasar. The Guardian melaporkan harga sejumlah iPhone di Inggris naik hingga 100 poundsterling. Google Pixel 11 Pro XL juga dibanderol 80 poundsterling lebih mahal dibandingkan pendahulunya, dengan konfigurasi memori lebih rendah.