KAI menargetkan kapasitas angkut KRL Jabodetabek ke depan dapat mencapai 2 juta penumpang per hari. Untuk mengejar target tersebut, peningkatan juga dilakukan pada sejumlah lintas yang sudah beroperasi.
"Nah dengan demikian kita siapkan prasarana yang ada di Jabodetabek KRL ini itu menuju ke 2 juta penumpang perharinya. Pada saat ini itu rata-rata 1,1 juta penumpang per harinya termasuk dengan weekend dengan puncak penumpang itu 1,3 juta penumpang per harinya," sebut Boby.
Pada lintas Rangkasbitung atau Green Line, KAI pada 2026 mulai menambah lima gardu traksi dan meningkatkan kapasitas sembilan gardu lainnya. Pekerjaan tersebut ditargetkan membuat seluruh lintas dapat dilalui rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF12 pada semester I-2027.
KAI juga akan meningkatkan sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung. Dengan peningkatan tersebut, jarak waktu antarkereta atau headway yang saat ini sekitar 10-15 menit ditargetkan dapat dipangkas menjadi 4-5 menit.