NADIKABAR.COM — Kroasia mengonfirmasi 25 kasus virus West Nile sepanjang tahun ini, termasuk satu kematian yang diakibatkan, demikian laporan Institut Kesehatan Masyarakat Kroasia (HZJZ), Kamis (29/10) waktu setempat.
Dari jumlah tersebut, 19 kasus diketahui menampakkan gejala, termasuk dua yang mengalami demam West Nile dan 17 lainnya berupa penyakit neuroinvasif, yakni infeksi yang menyerang sistem saraf dan lebih parah.
Zagreb dan daerah sekitarnya mencatat 15 kasus infeksi virus West Nile, menjadikannya wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Sebagian besar infeksi virus West Nile di Kroasia tercatat antara pertengahan Juli hingga akhir Oktober. HZJZ menyatakan bahwa musim penularan diperkirakan akan berakhir seiring dengan turunnya suhu.
Sejak awal tahun ini, Kroasia telah melaporkan lebih banyak kasus virus West Nile dibandingkan tahun lalu, ketika tercatat enam kasus. Namun, jumlah tersebut masih di bawah rekor tertinggi tahunan, yakni 63 kasus terkonfirmasi yang dilaporkan pada 2018.
Dalam pernyataannya kepada media lokal, HZJZ menyebutkan bahwa Uni Eropa mengalami musim penyebaran virus West Nile yang paling intens sejauh ini, dengan virus tersebut menyebar ke wilayah-wilayah yang lebih utara.