NADIKABAR.COM — PT Krom Bank Indonesia Tbk menjalin kerja sama dengan penyelenggara pinjaman daring (pindar) PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) melalui skema penerusan kredit (loan channeling) untuk memperluas akses pembiayaan digital kepada masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, Krom Bank menyediakan fasilitas kredit, sedangkan Easycash mendukung proses penyaluran pembiayaan melalui platform digital dan kegiatan operasional sesuai dengan ketentuan yang disepakati kedua perusahaan.

"Kami melihat peluang untuk mengoptimalkan kapabilitas masing-masing pihak dalam memperluas jangkauan layanan pembiayaan, dengan tetap mengedepankan kualitas aset, prinsip kehati-hatian, dan pengelolaan risiko," kata Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu.

Anton mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mengembangkan penyaluran kredit melalui perluasan jaringan kemitraan dengan perusahaan teknologi finansial.

Menurut dia, pengembangan jaringan mitra dilakukan secara selektif dengan tetap memperhatikan kualitas kredit agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan pada September 2026, total kredit Krom Bank mencapai Rp11,59 triliun per Agustus 2026, meningkat 50,4 persen secara tahunan dibandingkan Rp7,70 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo mengatakan kerja sama antara perbankan dan penyelenggara pindar memungkinkan kedua pihak memanfaatkan kemampuan yang saling melengkapi untuk melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat.

"Melalui kerja sama dengan Krom Bank, Easycash membawa pengalaman dalam penyelenggaraan layanan pendanaan digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses verifikasi dan penilaian kelayakan calon penerima dana," kata Nucky.

Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi dalam proses pembiayaan perlu disertai penilaian kemampuan pembayaran calon penerima dana, penerapan tata kelola, serta perlindungan konsumen.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat mendukung penyaluran pendanaan kepada masyarakat secara lebih optimal, dengan tetap memperhatikan kemampuan pembayaran, tata kelola, dan perlindungan konsumen," ujarnya.

Dalam mendukung proses tersebut, Easycash menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), data besar (big data), dan pembelajaran mesin (machine learning) untuk verifikasi identitas elektronik (electronic Know Your Customer/e-KYC) serta penilaian profil risiko calon penerima dana.

Penggunaan teknologi tersebut dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk keamanan data pribadi pengguna layanan.

Easycash mencatat telah memfasilitasi penyaluran pendanaan secara kumulatif sebesar Rp103,23 triliun sejak berdiri pada 2017 hingga September 2026.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kredit perbankan nasional mencapai Rp9.178 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 13,65 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh 2,32 persen secara tahunan.

Sementara itu, pembiayaan industri pindar yang masih berjalan (outstanding) mencapai Rp106,94 triliun pada Agustus 2026, meningkat 22,07 persen secara tahunan.