"Di waktu saat berita acara klarifikasi, itu kan ada handphone. Dimasukkan email, sudah jadi, ada double verification. Dan itu seharusnya diketahui, double verification-nya pakai email apa," paparnya.

"Nah, yang berjalan tiba-tiba itu tidak diketahui email verifikasi one-step atau two-step verification-nya. Nah, itu yang baru diketahui oleh klien kami," kata Ezra.

Setelah dilakukan penelusuran, pihak Betrand menemukan dua alamat email yang diduga berkaitan dengan akses ilegal terhadap akun email penyanyi tersebut. Pihaknya pun masih mengkaji temuan dua email tersebut.

"Ketika data-data yang lain tiba-tiba terambil, nah email siapa yang nyangkut? Ada orang yang masuk, siapa? Ya, yang kita pahami hanya satu email, ternyata ada dua emailnya," lanjutnya.

Sementara itu, Ezra menduga bahwa peretasan sudah terjadi selama beberapa bulan sebelumnya.

"Mungkin dari beberapa bulan. Baru dipahami sekarang, baru dipahami kok pas bocor baru dicek-cek," kata Ezra seperti diberitakan NadiKabar pada Selasa (3/11).

"Sempat ada notifikasi masuk, mungkin klien kami menganggap itu tidak masalah. Ternyata sudah banyak notifikasi untuk autentikasi verifikasi yang kedua, tapi klien kami baru paham setelah datanya bocor," lanjutnya.