Tersangka menegaskan bahwa seluruh administrasi pendidikan untuk MRR telah selesai. Pelaku juga meminta dana tambahan sebesar Rp 22,5 juta untuk pengurusan visa serta tiket keberangkatan tiga anggota keluarga yang hendak mendampingi Raihan ke China.

"Modus tersangka adalah menawarkan beasiswa kuliah kedokteran di Cina dan korban diminta mengeluarkan sejumlah uang yang sudah dibayarkan," ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).

Kejanggalan demi kejanggalan terus bermunculan seiring penundaan jadwal keberangkatan yang berulang kali, dari rencana awal 10 September hingga akhirnya dipatok pada 21 September 2025.

Pada hari pemberangkatan di Bandara Juanda, Sidoarjo tersangka datang terlambat hingga batas waktu boarding ditutup, tanpa pernah menunjukkan tiket penerbangan yang asli.

Tersangka lantas mengalihkan rute penerbangan via Bali pada malam harinya. Belakangan terkuak bahwa tiket tersebut nyatanya dibeli menggunakan uang pribadi rekan tersangka berinisial KA yang dijanjikan akan diganti setelah kantor tersangka beroperasi.

Ulah tersangka makin menjadi-jadi saat mendampingi keluarga korban di China pada 23 September 2025.