NADIKABAR.COM — TNI Angkatan Darat (AD) mengungkap kronologi versi mereka terkait penurunan Bendera Bulan Bintang hingga berujung korban jiwa saat peringatan Maulid Nabi di Pidie, Aceh.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Donny Pramono mengklaim awalnya petugas TNI-Polri di lapangan telah berkomunikasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan.

Donny mengaku dalam mediasi tersebut tidak tercapai kesepakatan karena panitia tetap ingin melakukan pengibaran bendera.

Lebih lanjut, ia mengatakan kegiatan Maulid Nabi yang awalnya direncanakan di Desa Udeung Poroh kemudian dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi'i, Cubo, Bandar Baru, Pidie Jaya.

"Dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, situasi meningkat dan terjadi aksi pelemparan batu serta kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam," klaim Donny dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11).

Donny mengatakan pihaknya kemudian berupaya membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.

Akan tetapi, ia mengklaim massa terus melakukan tindakan anarkis hingga membuat keselamatan personel terancam. Karena alasan itulah, Donny mengaku pihaknya meningkatkan upaya pengamanan secara bertahap mulai dari tembakan peringatan menggunakan amunisi hampa hingga amunisi karet.

"Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan," jelasnya.

"Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka," imbuhnya.

Donny mengatakan korban meninggal dunia yang bernama Abzalul Riza merupakan warga Desa Dayah Gampong Baro, Tiro, Pidie. Ia menyebut jenazah korban telah dimakamkan pada Kamis (5/11) pukul 01.00 WIB.

"TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih," katanya.

Sementara itu informasi yang diterima NadiKabar.com, warga Pulo Kenari awalnya diduga mengadang TNI yang ingin menurunkan bendera bulan bintang. Mereka menjaga agar personel TNI tidak masuk ke pekarangan musala.

Amran, seorang warga Pulo Kenari yang saat itu berada di lokasi menyebutkan aparat TNI tidak lagi menembakkan senjata ke atas, namun diarahkan ke kerumunan warga yang mengadang aparat.

"Cukup jelas tembakan itu diarahkan ke kami ada banyak korban luka-luka akibat kena tembak dan ada yang meninggal," kata Amran saat dikonfirmasi.