NADIKABAR.COM — Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilarikan ke sejumlah rumah sakit karena keracunan usai santap Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Serka Andik, pendamping SPPG, mengatakan makanan tersebut dikirim sekitar pukul 10.00 WIB. Biasanya, makanan dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB.
"Menu hari ini nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel," kata Andik di lokasi, Selasa (1/9/2026)
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 1.010 porsi makanan MBG dari SPPG Kalitengah tiba untuk dikonsumsi siswa-siswi di MA dan MTs Manbaul Hikam.
Para santri dan siswi kemudian melangsungkan makan siang bersama dengan menu MBG yang telah dibagikan. Pada pukul 16.00 WIB beberapa jam setelah makan siang, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala kesehatan.
Mereka mengalami pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas. Pihak pengurus ponpes segera membawa para korban awal ini ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan penanganan pertama.
Sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah santri yang mengalami gejala mual dan muntah terus bertambah hingga mencapai puluhan santri. Melihat kondisi yang semakin mendesak, pengurus pesantren berinisiatif menghubungi layanan ambulans untuk mengevakuasi para santri ke RS Pusura dan RSUD Sidoarjo.
Proses evakuasi terus berlanjut seiring bertambahnya santri yang mengeluhkan gejala serupa. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban sementara diperkirakan telah mencapai 293 santri.
"Ada 293 santri dirawat di delapan rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina.
Sementara itu, RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi salah satu rumah sakit yang menerima pasien dari Ponpes Manbaul Hikam. Pantauan pada Selasa (1/9/2026) malam, area poliklinik rumah sakit tampak dipadati pasien dan keluarga.
Sebelumnya, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami keracunan usai diduga mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden tersebut diperkirakan terjadi usai para santri melangsungkan salat zuhur, kemudian saat waktu asar mengalami gejala. Dan sekitar magrib banyak yang telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
Pantauan di lokasi, puluhan ambulans masih keluar-masuk dari ponpes dengan membawa santri yang mengalami gejala keracunan. Santri itu telah dibawa ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas setempat. Saat ini area ponpes tampak masih dijaga ketat oleh personel TNI.