Nominal yang diminta adalah Rp 1 juta. Dari sana, ia mulai menyadari dugaan pungutan liar yang terjadi. Pengalaman tersebut kemudian dibagikan Kristiani melalui media sosial. Unggahannya lantas ramai dan viral.
Setelah postingannya viral, ia mengaku dihubungi seseorang yang diduga berasal dari kepolisian. Orang tersebut menawarkan agar Kristiani datang ke Colombo untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
Tak hanya itu, Kristiani mengaku diminta mengarsipkan postingan yang telah dibuatnya.
"Orang yang mengaku sebagai atasan tersebut menawarkan agar saya datang ke Colombo untuk dibantu menyelesaikan masalah ini dan meminta agar postingan tersebut diarsipkan dahulu karena dinilai menimbulkan kegaduhan dan menyudutkan pihak mereka. Tetapi saya menolak kedua permintaan tersebut," tuturnya.
Kristiani menambahkan, sebelumnya juga sempat ada tawaran untuk mengantarkan kendaraan sekaligus mengembalikan uang yang telah ditransfer. Namun, menurutnya, tawaran tersebut akhirnya tidak terlaksana setelah seseorang yang mengaku sebagai atasan menghubunginya.
"Tadinya sempat menawarkan untuk datang mengantarkan kendaraan dan mengembalikan uang, namun setelah seseorang yang mengaku sebagai atasannya menghubungi saya sepertinya tidak jadi datang," katanya.