NADIKABAR.COM — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengharapkan Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) terus mencetak prajurit hukum yang profesional dan adaptif serta lulusannya diharapkan mampu menjadi duta hukum yang berintegritas dalam tugas.
"Momentum wisuda bukan merupakan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian baru di satuan maupun di tengah masyarakat. Alumni STHM diharapkan mampu menjadi duta hukum yang berintegritas di mana pun bertugas," kata Perwira Pembantu (Paban) VIII Staf Personel Angkatan Darat Kolonel Inf. Akbar Nofrizal Yusananto saat membacakan amanat KSAD dalam Wisuda Sarjana dan Pascasarjana STHM Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu.
KSAD dalam amanatnya menyoroti dinamika hukum nasional yang terus berkembang, khususnya dengan berlakunya KUHP Nasional yang membawa perubahan terhadap sistem hukum pidana, termasuk hukum militer.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial inteligence/AI) juga menghadirkan tantangan baru dalam penegakan hukum, di antaranya berkaitan dengan kejahatan siber, perlindungan data, dan autonomous weapon systems.
Selain itu, kata dia, perkembangan geopolitik global dan isu HAM yang terus bergerak dinamis menuntut prajurit hukum memiliki pemahaman yang memadai terhadap rules of engagement, international humanitatian law serta prinsip proporsionalitas dalam pelaksanaan operasi militer.
"Kondisi tersebut menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia hukum TNI AD agar semakin profesional dan adaptif dalam menghadapi kemajuan teknologi maupun perubahan regulasi," ujarnya.
KSAD mengingatkan para lulusan untuk menerapkan ilmu hukum dengan tetap menjunjung tinggi etika, moral, dan nilai-nilai kemanusiaan serta berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan delapan wajib TNI dalam setiap langkah pengabdian.
Para lulusan juga diharapkan terus membangun karakter disiplin, tangguh, jujur, rendah hati, dan solutif, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi serta memperluas jejaring akademik di bidang hukum.
STHM mewisuda 90 lulusannya yang terdiri atas 24 lulusan program pascasarjana, dan 66 lulusan program pascasarjana.
Kegiatan wisuda itu, juga diisi dengan orasi ilmiah Guru Besar Ilmu Hukum Prof. Hikmahanto Juwana bertajuk "Mewaspadai kemunculan Lawfare sebagai ancaman nirmiliter".
Dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik Program Sarjana dan Pascasarjana STHM 2026.
Melalui wisuda tahun 2026, STHM menegaskan komitmennya untuk menghasilkan insan hukum yang profesional dan adaptif serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi TNI Angkatan Darat. TNI, bangsa dan negara RI.