Dalam pelaksanaannya, KSP mendorong keterhubungan antara sekolah sebagai tempat penjaringan talenta, KONI dan induk cabang olahraga sebagai pembina, kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga akses kompetisi dan pendidikan lanjutan.
βKalau ada hambatan lintas sektor, harus kita carikan jalan keluarnya. Talenta yang ditemukan di sekolah harus punya jalan untuk naik level,β ujar Lindsey.
Menurut dia, akses pendidikan tinggi, termasuk melalui program beasiswa atlet, juga penting agar perjalanan mengejar prestasi tidak memutus masa depan akademik atlet.
KSP turut mendorong agar pembinaan tidak hanya menyasar cabang olahraga konvensional, tetapi juga e-sport yang kini membuka ruang prestasi semakin luas bagi generasi muda.