“Mau menjadi atlet olahraga konvensional atau e-sport, prinsipnya sama, disiplin, latihan, kesehatan, kemampuan mengatur waktu dan pendidikan harus berjalan bersama. Bermimpi besar boleh, tetapi sekolah juga harus kelar,” katanya.

Ketua Bidang Media dan Humas KONI Pusat M. Tirto Prima Putra mengatakan hubungan antara KONI, sekolah dan lingkungan pembinaan olahraga perlu diperkuat agar talenta potensial dapat ditemukan sejak dini dan diarahkan sesuai kemampuannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI DKI Jakarta Defrizal Siregar menilai masa depan atlet perlu dipersiapkan sejak awal karena setiap cabang olahraga memiliki karakteristik dan masa puncak prestasi yang berbeda.

Dalam kegiatan tersebut, atlet e-sport Shogun juga berbagi pengalaman kepada pelajar mengenai pentingnya komitmen serta kemampuan mengatur waktu antara pendidikan, latihan dan kompetisi.