Minola kemudian menjelaskan maksud lingkungan yang aman menurut Ruben. Salah satunya adalah pola pengasuhan dan pendidikan anak.

"Anak-anak ini dididik, diasuh, diajar dengan cara-cara yang patut. Ya, karena kalau misalnya diajar walaupun dengan alasan mendisiplinkan, tapi kemudian cara mendisiplinkannya itu dengan cara-cara yang kekerasan fisik gitu misalnya, itu juga nggak dibenarkan. Tidak, tidak dibenarkan," tuturnya.

"Harus dengan cara-cara yang patut. Ya. Belum lagi dengan sikap karakter yang suka menghina ayah kandung dari anak-anak ini. Ini juga tidak patut," katanya.

Alasan ketiga yang disampaikan Minola berkaitan dengan dugaan eksploitasi anak. Dia mengatakan Ruben sebelumnya telah menyampaikan keberatan anak-anak dilibatkan dalam siaran langsung untuk berjualan di TikTok.

"Dari awal Ruben sudah komplain, tidak setuju kalau anak-anak ini dilibatkan dalam siaran langsung jualan di TikTok. Ada buktinya. Bantuin ya jualan gitu misalnya. Masa sih orang dewasa minta bantuin jualan sama anak di bawah umur, tanpa izin dari ayahnya lagi. Kan itu kan bukan hanya anak ibunya gitu loh," kata Minola.

Dia juga menyinggung soal konten yang kurang pantas dan berpotensi dilihat oleh anak-anak ketika siaran langsung tersebut berlangsung.

"Nah, belum lagi di saat live TikTok itu, kadang-kadang tanpa ada anak, tapi kadang di lingkungan rumah anak bisa lihat, kadang-kadang ada anaknya di situ, mempertontonkan bahasa tubuh yang menurut banyak pengamat itu terlalu vulgar. Ya. Bahkan menjurus ke hal-hal yang tidak senonoh," bebernya.

"Inilah yang membuat akhirnya kita gugat hak asuh yang ada padanya itu supaya dibatalkan dan diberikan kepada kita," sambung Minola.