"Nah, ini yang kita curigai, bagaimana seorang bawahan, seorang junior, bisa memegang senjata laras panjang bersamaan dengan senjata sangkurnya itu," ujarnya.

Sebelumnya, anggota Ditpoludara Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai meninggal dunia setelah ditembak juniornya, Bharada Andika Rahmadani di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10) sekitar pukul 05.30 WIB.

Petrus mengatakan peristiwa itu diduga dipicu masalah perundungan atau bullying. Hal itu disampaikan Petrus setelah bertemu dengan penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin.

Berdasarkan penjelasan penyidik, kata Petrus, dugaan bullying itu dilakukan oleh teman-teman korban kepada tersangka. Diduga, tersangka yang merasa kesal, kemudian melampiaskan emosinya.

"Penjelasan penyidik bahwa pelaku ini melampiaskan kemarahan, pelaku ini melampiaskan kemarahan kepada korban karena, menurut penyidik tadi menjelaskan, teman-teman seangkatan korban sering membully tersangka. Jadi bukan bukan almarhum yang membully, tapi teman-temannya," tutur Petrus di Polda Metro Jaya.